Rabu, 13 April 2011

Kreasi dan Apresiasi Seni 2011 SMK Cor Jesu Malang

SMK Cor Jesu Malang akan menyelenggarakan ajang Kreasi dan Apresiasi Seni 2011 sebagai wujud kepedulian SMK Cor Jesu Malang terhadap seni dan kegiatan kesenian di kota Malang. Acara ini terbuka untuk umum dan gratis.

Jadwal Ajang Kreasi dan Apresiasi Seni 2011 SMK Cor Jesu:

Hari Pertama:
Sabtu, 7 Mei 2011
08.00 Wib sampai dengan 21.00 Wib
Hari Kedua
Minggu, 8  Mei 2011
08.00 Wib sampai dengan 21.00 Wib

Bentuk kegiatan:

  • Workshop Sketsa
  • Workshop Film
  • Pameran Seni Lukis
  • Pameran Sketsa
  • Pementasan Seni Drama
  • Pemutaran Film Pelajar SMK Cor Jesu

Tempat:

Gedung Dewan Kesenian Malang
Jl. Mojopahit No.3 Malang

Kreasi dan Apresiasi Seni SMK Cor Jesu (Small)

Senin, 31 Januari 2011

76,6 persen Siswa SMP “buta” Matematika!!!.

76.6%? Akhir-akhir ini kita sering mendengar siswa Indonesia memperoleh penghargaan dan medali emas di berbagai olimpiade. Tentu saja itu membuat kita menjadi bangga. Namun rupanya kemenangan siswa Indonesia di berbagai ajang olimpiade Internasional tersebut tidak mencerminkan kualitas siswa Indonesia secara umum. Hari ini, Harian Pagi Surya  memberitakan bahwa 76,6 persen siswa SMP “buta” Matematika. Hal yang sangat memprihatinkan. Berikut beritanya:

76,6 persen siswa SMP “buta” Matematika. Demikian diungkapkan Iwan Pranoto, pakar Matematika dari Institut Teknologi Bandung (ITB), dalam diskusi terbatas yang diselenggarakan oleh Ikatan Guru Indonesia, Jumat (28/1/2011) kemarin. Hadir dalam diskusi ini yang dilangsungkan di sekretariat Gerakan Indonesia Mengajar (GIM) antara lain Wakil Menteri Pendidikan Nasional Fasli Djalal, Ketua Program Gerakan Indonesia Mengajar Anies Baswedan (tuan rumah), guru besar ITB Profesor Bana Kartasasmita, serta sejumlah dosen dan guru.

Menurutnya, dihitung dari skala 6, kemampuan Matematika siswa Indonesia hanya berada di level ke-2. Ironisnya, lanjut Iwan, kondisi itu bertahan sejak 2003 lalu. Artinya, selama tujuh tahun, kondisi itu tetap stagnan alias tak berubah.

“Di sini, tampak bahwa siswa Indonesia dengan profisiensi di bawah level dua sangat tinggi, mencapai 76,6 persen dari populasi. Juga tampak jika dibandingkan dengan 2003, kondisinya hampir tidak berubah. Ini menunjukkan bahwa pengajaran Matematika yang sekarang tidak mampu mengangkat ke level dua atau lebih. Pembenahan pendidikan Matematika sekolah kita belum berhasil,” ujar Iwan dihubungi di Jakarta, Senin (31/1/2011).

Menurut Iwan, berdasarkan hasil PISA (The Program for International Student Assessment) 2010, posisi Indonesia mengenaskan, yaitu hanya juara ketiga dari bawah. Indonesia hanya lebih baik daripada Kirgistan dan Panama.

“Berdasarkan penyajian grafik, yang harus diperhatikan bukan posisi Indonesia yang di posisi tiga dari bawah,” papar Iwan.

Namun, Iwan melanjutkan, yang justru merisaukan adalah dua fakta berikut, yaitu persentase siswa Indonesia yang di bawah level kedua sangat besar (76,6 %) dan persentase siswa yang di level 5 dan 6 secara statistika tidak ada.

Ia menuturkan, jika menurut pendefinisian level profisiensi Matematika dari OECD, siswa di bawah level 2 dianggap tidak akan mampu berfungsi efektif di kehidupan abad 21. Menurutnya, penyebab utama hasil terburuk ini akibat ketidaksesuaian ekspektasi kebermatematikaan di program pendidikan Matematika di Indonesia dan dunia di abad 21.

“Kegiatan bermatematika yang dituntut dunia adalah bermatematika utuh, sedangkan yang dilakukan siswa kita hanyalah parsial. Selain itu, proses belajar Matematika di Indonesia masih berpusat pada penyerapan pengetahuan tanpa pemaknaan, padahal yang dituntut di dunia global justru berpusat pada pemanfaatan hasil belajar matematika dalam kehidupan yaitu pemahaman, ketrampilan, dan karakter,” ungkapnya.

sumber: Harian Pagi Surya.

Rabu, 16 Juni 2010

SMK Cor Jesu Malang Menyelenggarakan KKR VI 2010


SMK Cor Jesu Malang akan menyelenggarakan KKR VI 2010 pada bulan Agustus 2010. KKR VI 2010 ini bertepatan dengan ulang tahun SMK Cor Jesu Malang yang ke 60, dan juga peringatan 475 tahun karya Ursulin di Indonesia.
KKR VI 2010 ini di isi dengan berbagai lomba dan ditutup dengan acara tahunan, "Gala Dinner"
Berikut ini daftar lomba dan persyaratan peserta KKR VI 2010:
FOTOGENIC

Syarat-syarat peserta :


  • Peserta Umum dengan kategori :
    • A: Usia 0 – 3 tahun
    • B: Usia TK – Kelas III SD
    • C: Usia Kelas IV – VI SD
    • D: SMP Kelas I - III
  • Foto Close up Glosy/Dof, tanpa soft lensa, ukuran Jumbo / 4R
  • Biaya: Rp. 30.000,00
  • Pengiriman foto paling lambat: tgl 5 Agustus 2010
  • Kriteria Penilaian: Gaya/penampilan, Tehnik foto.
  • Keputusan dewan juri bersifat mutlak
FASHION BUSANA BATIK - PESTA

Syarat-syarat peserta :


  • Peserta Umum dengan kategori:
    • A    : Usia TK – 2 SD
    • B    : Usia Kelas 3 – 6 SD
    • C    : Usia Kelas VII – IX SMP
  • Busana Batik - Pesta
  • Biaya             : Rp. 50.000,00
  • Panitia tidak menyediakan konsumsi
  • Hadir 30 menit sebelum acara, untuk mengambil no. peserta dan daftar ulang
  • Kriteria Penilaian    : Penampilan, Keserasian, Penguasaan panggung, Busana
  • Pendaftaran paling lambat: Tgl. 5 Agustus 2010
  • Technical Meeting    : Jumat, 6 Agustus 2010, Pk 15.00
  • Pelaksanaan Lomba    : Minggu, 8 Agustus 2010, Pk 09.00
  • Keputusan dewan juri bersifat mutlak
     
MODERN DANCE

Syarat-syarat peserta :

  • Biaya pendaftaran Rp. 75.000,- per group
  • Peserta maksimal 6 orang (Untuk setiap Group)
  • Tingkat usia SMP atau Group Usia SMP (Via sekolah/sanggar/bebas)
  • Melampirkan Foto kopi Kartu Pelajar
  • Lagu siap putar bawa sendiri, bisa berbentuk CD (diserahkan saat akan tampil dan diambil kembali setelah tampil)
  • Waktu penampilan 5 - 10 menit
  • Kostum bebas tapi sopan
  • Ukuran panggung 5 x 8 m
  • Peserta wajib hadir 1 jam sebelum lomba dimulai untuk mengambil nomor peserta
  • Kriteria Penilaian    : Kreativitas gerak, Kekompakan, dan Keserasian
  • Pendaftaran pada  : SMK Cor Jesu, Jl. J.A. Suprapto 55 Malang Telp. 325480 atau sekolah masing-masing
  • Pelaksanaan Lomba: Minggu, 8 Agustus 2010, Pk. 14.00 WIB
  • Pendaftaran ditutup: Tgl. 5 Agustus 2010

  • Technical meeting  : Jumat, 6 Agustus 2010 Pk. 15.00 WIB
    Tempat        : SMK Cor Jesu, Jl. J. A. Suprapto 55 Malang

COOKING

Syarat-syarat peserta :

  • Biaya Pendaftaran Rp. 50.000,-
  • Peserta maximal 3 orang (Untuk setiap group)
  • Peserta adalah siswa SMP (Melampirkan Foto kopi Kartu Pelajar)
  • Tema         : Kreasi Kue Umbi-umbian
  • Ketentuan   : satu porsi kue bisa dijual seharga Rp. 10.000,-
  • Peralatan masak yang disediakan panitia (kompor, dan peralatan kecil)
  • Panitia juga menyediakan 1 meja, 1 kursi
  • Peserta membawa sendiri perlengkapan alat hidang, taplak, bunga, dll)
  • Penilaian      : 2 porsi ( 1 untuk display, 1 untuk tester)
  • Kriteria Penilaian: Kreativitas penyajian, Keserasian, Aroma, Rasa dan Warna
  • Waktu lomba     : 3 jam (masak, berkemas, display)
  • Pelaksanaan Lomba: Sabtu, 7 Agustus 2010 Pk. 09.00 s/d 12.00
  • Pendaftaran ditutup : Tgl. 5 Agustus 2010
  • Technical meeting   : Jumat, 6 Agustus 2010 pk.15.00

KOMPETISI BAND REMAJA

  1. Syarat-syarat Peserta:
  • Biaya Pendaftaran Rp. 75.000,00 per Group
  • Peserta adalah siswa SMP (melampirkan foto kopi Kartu Pelajar)
  • Band yang boleh mengikuti Festival ini harus wakil / atas nama sekolah
  • Tiap sekolah maksimal terdiri dari 2 group
  • Tiap band maksimal terdiri dari 8 orang
  • Peserta wajib membawakan 2 lagu: 1 wajib dan 1 pilihan
  • Waktu tampil tiap-tiap band 15 menit, termasuk persiapan alat. Jika melebihi waktu yang ditentukan maka peserta tersebut akan didiskualifikasi
  • Diambil 3 band sebagai juara
  • Keputusan Dewan Juri mutlak dan tidak dapat diganggu gugat
  • Jumlah peserta terbatas
  • Panitia menyediakan peralatan band standard (Bass: 1, Gitar: 2, Keyboard: 1, Drum: 1)
  • Untuk keperluan lain harap membawa sendiri
  • Kriteria Penilaian: Penguasaan Lagu, Kekompakan, Improvisasi dan Performance

  1. Technical Meeting pada hari Jumat tanggal 6 Agustus 2010 Pk. 15.00
    Tempat: SMK Cor Jesu, Jl. J.A. Suprapto 55 Malang     


  2. Pelaksanaan Kompetisi Band Remaja:
    Sabtu, 7 Agustus 2010 di SMK "Cor Jesu", pk. 18.00 – 21.00 WIB


  3. Memperebutkan: TROPHY Wali Kota Malang

  4. Penyerahan Hadiah: Minggu, 8 Agustus 2010 di Area Bazar SMK Cor Jesu

  5. Lagu Wajib:
    Bendera - Cokelat
    Lagu Pilihan: (pilih salah satu)   
    1. Garuda Di Dadaku – Netral
    2. Mars Pemilu – Slank
    3. Laskar Pelangi – Nidji
    4. Berita Cuaca – Gombloh
    5. Satu - Dewa
       
BARTENDING COMPETITION
  1. Syarat-syarat Peserta :
  • Biaya Pendaftaran Rp. 50.000,00 (Lima puluh ribu rupiah)
  • Peserta usia SMP atau Group Usia SMP (Via sekolah/group/bebas)
  • Peserta melampirkan foto kopi Kartu Pelajar
  • Peserta maksimal terdiri dari 2 orang/group
  • Waktu tampil: 10 menit
  • Keputusan Dewan Juri mutlak dan tidak dapat diganggu gugat
  • Jumlah peserta terbatas
  • Bahan Dasar: Soft Drink (non-alkohol)
  • Peserta wajib membuat 2 macam minuman
  • Kriteria Penilaian: proses pembuatan (metode, penyajian, kreasi)
  • Melampirkan resep yang akan dibuat

  1. Technical Meeting pada hari Jumat, tanggal 6 Agustus 2010, pukul 15.00 WIB di SMK Cor Jesu, Jl. J.A. Suprapto 55 Malang
  2. Pelaksanaan hari Sabtu, 7 Agustus 2010, pukul 9.00 WIB
ENGLISH SPEECH CONTEST

  1. Syarat-syarat peserta:
  • Biaya Pendaftaran Rp. 50.000,00 (Lima puluh ribu rupiah)
  • Peserta siswa SMP (melampirkan foto kopi Kartu Pelajar)

  • Technical Meeting pada hari Jumat, 6 Agustus 2010, jam 15.00 WIB

  • Tempat: SMK "Cor Jesu" Jl. J. A. Suprapto 55 Malang

  • Tema: Vocational School is a Better Option   
  • Pelaksanaan: Sabtu, 7 Agustus 2010, pukul 9.00 WIB
  • Memperebutkan: TROPHY Kepala Dinas Pendidikan Kota Malang
LOMBA FOTOGRAFI
Tema: On the Spot Photography

Biaya Pendaftaran: Rp. 30.000,00

Deskripsi:

  • Peserta mengambil gambar kegiatan fashion show dalam kegiatan KKR SMK Cor Jesu pada tanggal 8 Agustus 2010
Peraturan:

  • Peserta adalah siswa SMP aktif
  • Peserta di bagi menjadi 2 kategori:
  1. Kamera DSLR
  2. Kamera digital compact
  • Foto diserahkan kepada panitia paling lambat 4 jam setelah lomba.
  • Peserta wajib menggunakan tanda pengenal peserta.
  • Peserta dapat mengirimkan maksimal 5 foto dilengkapi dengan caption (judul foto).
  • Peserta berhak mengedit foto selama dalam batas kewajaran.

  • Penjurian mencakup beberapa kriteria antara lain:
    • Komposisi warna
    • Komposisi gambar
  • Fotocopy Kartu Pelajar
  • Keputusan dewan juri tidak dapat diganggu gugat.

Rabu, 12 Mei 2010

SBI, RSBI, SSN, atau Sekolah Reguler: Pilih Yang Mana; Tips Memilih Sekolah

RSBI Memilih sekolah adalah sesuatu yang tidak bisa dikatakan sederhana. Saat ini ada SBI, RSBI, SSN, dan Sekolah Reguler, banyaknya jenis dan pilihan ini bisa membuat para calon siswa dan orang tua bingung untuk memilih sekolah yang pas untuk anak-anaknya. Berikut ini ada satu tulisan yang bisa membantu anda memilih sekolah dengan setepat mungkin.

Tulisan ini aslinya berjudul SBI RSBI, Pilih yang Mana yang dimuat di harian pagi Surya. Ditulis oleh Ivan Setiawan, seorang mahasiswa Sastra Inggris, Universitas Negeri Malang.

Dunia pendidikan kita kian menyedihkan. Belum sanggup memberikan pendidikan yang adil dan merata kepada warganya. Pendidikan kita malah mengelompokkan sekolah-sekolah dalam empat kelompok yaitu Sekolah Bertaraf Internasional (SBI), Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI), Sekolah Standar Nasional (SSN), dan Sekolah Reguler.

Pengelompokan itu tidak dibuat dengan perancangan yang matang, pemetaan konsep dasar pendidikan, pemetaan pola sosiokultural masyarakat, serta perencanaan jangka pendek, menengah, dan panjang yang jelas. Sederhana saja, pembagian itu hanya didasarkan pada besar-kecilnya uang.

Orangtua, sebagai pasar ekspansinya, selain akan disortir berdasarkan kemampuan finansialnya, mereka juga akan diundang memasuki dan melanggengkan ilusi massal ini dengan penawaran gengsi yang dilandasi mentalitas kemaruk, education as a lifestyle yang dipadu dengan ketidakpahaman istilah ‘taraf internasional’.

Maka harus dijelaskan apa makna kata ‘internasional’ dalam istilah SBI. SBI menawarkan pengajaran dengan bahasa pengantar bahasa Inggris. Semua mata pelajaran akan diajarkan dalam bahasa Inggris kecuali tentu saja mata pelajaran Bahasa Indonesia. Kurikulumnya juga internasional, yang paling umum adalah mengadopsi Cambridge.

Dalam SBI, istilah ‘internasional’, selain dimaknai dengan segala fasilitas sekolah berstandar internasional, juga diperhubungkan dengan bahasa Inggris. Bahasa Inggris adalah global lingua franca, bahasa internasional nomor satu mendahului bahasa Jerman, Prancis, Mandarin, dan Arab. Bahasa Inggris adalah bahasa pemersatu manusia.

Kata ‘internasional’ yang dicaplok dalam istilah SBI itu maknanya cukup ambigu. Ia bisa berarti ‘standar’, baik fasilitas, uang masuk, uang SPP, tenaga pengajar, bahasa pengantar, cara berpikir, atau mungkin semuanya. Harus ada pemisahan yang jelas dan tegas antara ‘standar-standar’ itu.

Bisa jadi ‘internasional’ hanya dimaknai sebagai simbolisme, yang tidak memiliki substansi apa-apa selain label kosong belaka. Akan jadi bencana jika hal yang lebih substansial justru ditenggelamkan oleh simbolitas-simbolitas itu. Misalnya bahasa Inggris.

Sebagai bahasa internasional, diharapkan siswa-siswi menguasainya agar bisa berbahasa Inggris dalam pergaulan internasional, menyerap iptek dari dunia luar, mempromosikan negeri sendiri, dan lainnya. Akan tetapi sedikit lebih substansial: berbahasa Inggris tentu bukan hanya sekadar berbahasa, making conversation, bercakap atau berbicara. Sebetulnya, yang harus ditekankan adalah berpikir globalnya, bukan bahasa Inggrisnya.

Maka harus dibedakan antara berbicara dengan berpikir. Jika ingin sekadar bisa berbahasa Inggris, tak perlu bayar jutaan rupiah di SBI.

Indonesia sangat butuh orang yang mampu berpikir global-universal, namun bertindak dalam kearifan lokal. Berpikir besar, tetapi tak lupa asal-muasalnya. Itu sebetulnya sebenarnya esensi SBI yang diwakilkan pada kata ‘internasional’. Mungkin SBI bermaksud baik ingin agar muridnya berpikir global-universal. Akan tetapi gurunya dulu yang harus diajari cara berpikir global-universal sambil belajar bahasa Inggris.

Kebijakan seputar ambiguitas pemahaman SBI dan RSBI perlu dikaji ulang secara serius.

sumber: Harian Pagi Surya.

Beritahu teman-teman anda :

Rabu, 03 Februari 2010

Sejarah Singkat SMK Cor Jesu Malang

Sebagai salah satu SMK tertua di kota Malang, SMK Cor Jesu telah banyak mengalami perubahan. Mari kita runut ke belakang dan melihat sejarah singkat SMK Cor Jesu Malang.

  • 1 Agustus 1950, dibukalah Sekolah Guru Kepandaian Putri (SGKP) St. Anna di Jl. Celaket 55, Malang
  • Januari 1961, SGKP St. Anna berubah nama menjadi SGKP “Cor Jesu”
  • 1 September 1965, SGKP “Cor Jesu” berubah nama lagi menjadi Sekolah Kesejahteraan Keluarga Atas (SKKA) “Cor Jesu”
  • Januari 1976, kembali terjadi perubahan nama dari SKKA “Cor Jesu” menjadi Sekolah Menengah Kesejahteraan Keluarga (SMKK) “Cor Jesu”
  • Tahun Pelajaran 1992/1993, SMKK “Cor Jesu” mulai menerima siswa putra.
  • Tahun Pelajaran 1994/1995, SMKK “Cor Jesu” memiliki Jurusan Tata Boga dan Tata Busana
  • Pada permulaan tahun pelajaran 2000/2001, istilah SMKK berubah menjadi SMK, sehingga nama yang dipakai menjadi SMK Cor Jesu Kelompok Pariwisata. Pada tahun pelajaran ini pula SMK Cor Jesu membuka Program Keahlian Akomodasi Perhotelan.
  • Tahun Pelajaran 2002/2003, siswa Program Akomodasi Perhotelan dan Tata Boga mulai melakukan OJT (On The Job Training) di hotel berbintang lima, seperti Hotel Shang-rila, Sheraton, Santika, J.W. Marriot, dan hotel berbintang lainnya di kota Malang, Batu, Batam, Jakarta, dan Bali.
  • 2006, setelah beberapa waktu selalu tertunda, akhirnya SMK Cor Jesu berhasil mengirimkan siswa-siswinya untuk OJT di luar negeri selama 6 bulan.